Sabtu, 08 November 2014

enterobiasis (cacing kremi

1.      DEFINISI
Infestasi yang tidak invasif pada saluran usus oleh Enterobius vermicularis, suatu cacing dari keluarga nematoda.
2.      ETIOLOGI
Manusia merupakan satu-satunya penjamu untuk cacing ini. Infestasi melalui fekal-oral; telur yang tertelan menetas di lambung dan larva berpindah ke kolon, di sini menjadi dewasa. Cacing betina yang hamil bermigrasi ke kulit perianal pada malam hari, meletakkan telur ke tempat itu dan mati. Telur menyebabkan gatal; garukkan menyebabkan penumpukan telur dibawah kuku jari, dari sini dapat terjadi kontaminasi dengan makanan atau menyebabkan autoi nfeksi.
3.      PATOFISIOLOGI
Infeksi biasanya terjadi melalui 2 tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya tertelan.Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan.Setelah telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu).
Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita.
Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal.Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNNjcyhabxO-goZpk2YfDS_dRF_R9g-fGZ_UlyKj5S_aJke_Lqj2swb-L3BKnbH33yePD-aW3XWB8bCuC1NVtUvLUkFYiMbOw_wD1E9u6uJG0Aog3UsrRkgN1om0horW8Lbt5miR54iYw/s400/enterobius-vermicularis.gif
Perjalanan penyakit enterobiasis
4.      CARA PENULARAN
Kontak langsung dengan telur cacing kremi infektif melalui tangan, dari dubur, selanjutnya ke mulut sendiri atau ke orang lain atau secara tidak langsung melalui pakaian, tempat tidur, makanan atau bahan-bahan lain yang terkontaminasi oleh telur cacing kremi tersebut. Penularan melalui debu biasa terjadi pada rumah tangga dan asrama yang terkontaminasi berat. 
Telur cacing menjadi infektif beberapa jam setelah diletakkan dioermukaan dubur oleh cacing betina, telur dapat hidup kurang dari 2 minggu diluar pejamu. Larva dari telur cacong kremi menetas diusus kecil. Cacing muda menjadi dewasa di cecum dan bagian atas dari usus ( cacing betina yang pada masa gravid bermigrasi ke anus dan vagina menyebabkan pruritus setempat). Cacing kremi yang gravid biasanya migrasi secara aktif dari rectum dan dapat masuk kelubang-lubang yang berdekatan.
5.      CARA PENCEGAHAN
1)      Berikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kebersihan perorangan : cuci tangan sebelum makan atau sebelum menyiapkan makanan, jaga kebersihan kuku, kuku sebaiknya dipotong pendek, jangan menggaruk-garuk daerah sekitar anus, dan tinggalkan kebiasaan menggigit-gigit kuku.
2)      Menghilanhkan sumber infeksi dengan cara memberi pengobatan terhadap penderita secara tuntas.
3)      Mandi setiap pagi dengan air mengalir “shower” atau mandi dengan berendam dalam bak mandi.
4)      Gantilah pakaian dalam, baju tidur dan sprei setiap hari, sebaiknya dilakukan setelah mandi.
5)      Bersihkan rumah dan sedot dengan penyedot vakum setiap hari selama beberapa hari setelah pengobatan kasus.
6)      Kurangi jumlah penghuni rumah yang ada penderita cacing kremi untuk menghindari penularan.
7)      Anjurkan masyarakat menggunakan jamban keluarga yang sesuai standar dan selalu merawat kebersihan jamban tersebut.
6.      CARA PENANGANAN
1)      Laporan kepada instansi kesehatan setempat: tidak diperlukan laporan formal untuk tindak lanjut kasus tersebut.
2)      Isolasi : tidak perlu
3)      Desinfeksi sereantak : ganti sprei dan pakaian dalama pasien yang terinfeksi setiap hari, dilakukan beberapa hari setelah pengobatan, dilakukan dnegan hati-hati agar telur cacing tidak berterbangan di udara, gunakan baju tidur yang tertutup. Telur cacing akan mati jika dipanaskan dengan suhu 55OC (131O) dalam beberapa detik; rebus sprei atau gunakan mesin cuci yang baik untuk mencuci kain tersebut pada suhu panas. Bersihkan dan gunakan penyedot debu untuk membersihkan tempat tidur dan ruang keluarga setiap hari, dilakukan selama beberapa hari setelah pengobatan.
4)      Karantina : tidak perlu
5)      Imunisasi konta : tidak perlu
6)      Investigasi kontak dan sumber infeksi : peeriksa semua anggota keluarga yang terinfeksi dirumah, atau semua penghuni asrama yang terinfeksi.
7)      Pengobatan spesifik : pyrantel pamoate ( antiminth)®, combantin®,mebendazole (vermox®) atau albendazole (zantel®). Pengobatan diulang setelah 2 minggu. Pengobatan dilakukan terhadap seluruh anggota keluarga jika ada beberapa orang yang terinfeksi cacing kremi tersebut.
7.      DIAGNOSIS
·         Identifikasi cacing dewasa atau telur pada pita transparan yang diletakkan pada kulit perianal waktu bangun. (catatan: tes lima kali berturut-turut negatif menyingkirkan diagnosis)
·         Kebanyakan orang yang menderita adalah asimtomatik.

·         Gatal peri anal adalah gejala yang paling sering dilaporkan, dengan garukan yang menyebabkan kulit mengelupas dan kadang-kadang terdapat infeksi sekunder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar