1.
DEFINISI
Infestasi yang tidak invasif pada
saluran usus oleh Enterobius
vermicularis, suatu cacing dari keluarga nematoda.
2.
ETIOLOGI
Manusia merupakan satu-satunya
penjamu untuk cacing ini. Infestasi melalui fekal-oral; telur yang tertelan
menetas di lambung dan larva berpindah ke kolon, di sini menjadi dewasa. Cacing
betina yang hamil bermigrasi ke kulit perianal pada malam hari, meletakkan
telur ke tempat itu dan mati. Telur menyebabkan gatal; garukkan menyebabkan
penumpukan telur dibawah kuku jari, dari sini dapat terjadi kontaminasi dengan
makanan atau menyebabkan autoi nfeksi.
3.
PATOFISIOLOGI
Infeksi
biasanya terjadi melalui 2 tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah
sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari
tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya
tertelan.Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan.Setelah
telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh
menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu
2-6 minggu).
Cacing
dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari)
untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita.
Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal.Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.
Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal.Telur dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.

4.
CARA
PENULARAN
Kontak langsung
dengan telur cacing kremi infektif melalui tangan, dari dubur, selanjutnya ke
mulut sendiri atau ke orang lain atau secara tidak langsung melalui pakaian,
tempat tidur, makanan atau bahan-bahan lain yang terkontaminasi oleh telur
cacing kremi tersebut. Penularan melalui debu biasa terjadi pada rumah tangga
dan asrama yang terkontaminasi berat.
Telur cacing menjadi
infektif beberapa jam setelah diletakkan dioermukaan dubur oleh cacing betina,
telur dapat hidup kurang dari 2 minggu diluar pejamu. Larva dari telur cacong
kremi menetas diusus kecil. Cacing muda menjadi dewasa di cecum dan bagian atas
dari usus ( cacing betina yang pada masa gravid bermigrasi ke anus dan vagina
menyebabkan pruritus setempat). Cacing kremi yang gravid biasanya migrasi
secara aktif dari rectum dan dapat masuk kelubang-lubang yang berdekatan.
5.
CARA
PENCEGAHAN
1)
Berikan
penyuluhan kepada masyarakat tentang kebersihan perorangan : cuci tangan
sebelum makan atau sebelum menyiapkan makanan, jaga kebersihan kuku, kuku
sebaiknya dipotong pendek, jangan menggaruk-garuk daerah sekitar anus, dan
tinggalkan kebiasaan menggigit-gigit kuku.
2)
Menghilanhkan
sumber infeksi dengan cara memberi pengobatan terhadap penderita secara tuntas.
3)
Mandi
setiap pagi dengan air mengalir “shower” atau mandi dengan berendam dalam bak
mandi.
4)
Gantilah
pakaian dalam, baju tidur dan sprei setiap hari, sebaiknya dilakukan setelah
mandi.
5)
Bersihkan
rumah dan sedot dengan penyedot vakum setiap hari selama beberapa hari setelah
pengobatan kasus.
6)
Kurangi
jumlah penghuni rumah yang ada penderita cacing kremi untuk menghindari
penularan.
7)
Anjurkan
masyarakat menggunakan jamban keluarga yang sesuai standar dan selalu merawat
kebersihan jamban tersebut.
6.
CARA
PENANGANAN
1)
Laporan
kepada instansi kesehatan setempat: tidak diperlukan laporan formal untuk
tindak lanjut kasus tersebut.
2)
Isolasi
: tidak perlu
3)
Desinfeksi
sereantak : ganti sprei dan pakaian dalama pasien yang terinfeksi setiap hari,
dilakukan beberapa hari setelah pengobatan, dilakukan dnegan hati-hati agar
telur cacing tidak berterbangan di udara, gunakan baju tidur yang tertutup.
Telur cacing akan mati jika dipanaskan dengan suhu 55OC
(131O) dalam beberapa detik; rebus sprei atau gunakan mesin cuci
yang baik untuk mencuci kain tersebut pada suhu panas. Bersihkan dan gunakan
penyedot debu untuk membersihkan tempat tidur dan ruang keluarga setiap hari,
dilakukan selama beberapa hari setelah pengobatan.
4)
Karantina
: tidak perlu
5)
Imunisasi
konta : tidak perlu
6)
Investigasi
kontak dan sumber infeksi : peeriksa semua anggota keluarga yang terinfeksi
dirumah, atau semua penghuni asrama yang terinfeksi.
7)
Pengobatan
spesifik : pyrantel pamoate ( antiminth)®, combantin®,mebendazole (vermox®)
atau albendazole (zantel®). Pengobatan diulang setelah 2 minggu. Pengobatan
dilakukan terhadap seluruh anggota keluarga jika ada beberapa orang yang
terinfeksi cacing kremi tersebut.
7.
DIAGNOSIS
·
Identifikasi
cacing dewasa atau telur pada pita transparan yang diletakkan pada kulit
perianal waktu bangun. (catatan: tes lima kali berturut-turut negatif
menyingkirkan diagnosis)
·
Kebanyakan
orang yang menderita adalah asimtomatik.
·
Gatal
peri anal adalah gejala yang paling sering dilaporkan, dengan garukan yang
menyebabkan kulit mengelupas dan kadang-kadang terdapat infeksi sekunder.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar