KEPERAWATAN
PROFESIONAL
PERAN
DAN FUNGSI PERAWAT
Makalah disusun
sebagai salah satu tugas mata kuliah
Keperawatan Profesional
Disusun Oleh
:
1.
|
Lili Nur
Indah Sari
|
1310701033
|
2.
|
Sarah
Aprilianti
|
1310701037
|
3.
|
Silvia
Agustin
|
1310701003
|
4.
|
Mega
Oktaviani
|
1310701002
|
5.
|
Dewi
Apriliati Rokhim
|
1310701032
|
6.
|
Nuraida
Febrianti
|
1310701036
|
7.
|
Tyo
Prakoso Wicaksono
|
1310701016
|
PROGRAM
STUDI D3 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
NASIONAL
“VETERAN”
JAKARTA
2014
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Saat ini dunia keperawatan
semakin berkembang. Perawat dianggap sebagai salah satu profesi kesehatan yang
harus dilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan baik di dunia
maupun di Indonesia.
Seiring dengan berjalannya
waktu dan bertambahnya kebutuham pelayanan kesehatan menurut perawat saat ini
memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Saat ini perawat
memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif. Perawat
menjalankan fungsi dan kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan,
pembuat keputusan klinik dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer
kasus, rehabilitator, komunikator dan pendidik.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa
definisi dari perawat?
2. Apa
peran dari perawat?
3. Apa
fungsi dari perawat?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui definisi dari perawat
2. Untuk
mengetahui peran dari perawat
3. Untuk
mengetahui fungsi dari perawat
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Perawat
Perawat atau Nurse berasal dari bahasa latin yaitu
dari kata ‘Nutrix’ yang berarti merawat atau memelihara.
Definisi perawat menurut para ahli :
Internasional Council
of Nursing (1965)
Perawat adalah seseorang yang telah
menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di negara bersangkutan
untuk memberikan pelayanan, dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien.
V. henderson (1980)
Perawat mempunyai fungsi yang unik
yaitu, membantu individu lebih baik yang sehatmaupun sakit, dari lahir hingga
meninggal agar dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari secara mandiri, dengan
menggunakan kekuatan, kemauan, atau pengetahuan yang dimikili. Oleh sebab itu,
perawat berupaya menciptakan hubungan yang baik dengan pasien untuk
menyembuhkan/meningkatkan kemandiriannya. Apabila kemandirian tidak berhasil
diciptakan maka perawat membantu mengatasi hambatan. Apabila penyakit tidak
dapt disembuhkan dan akhirnya meninggal dunia, maka perawat berusaha agar
pasien dapat meninggal dengan tenang.
Taylor C. Lilis C.
Lemone (1989)
Perawat adalah seseorang yang
berperan dalam merawat dan membantu seseorang dengan melindunginya dari sakit,
luka, dan proses penuaan.
Undung-Undang RI. No.
23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
Perawat adalah mereka yang memiliki
kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang
dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan perawatan.
Perawat Profesional
Menurut PPNI
Perawat profesional adalah tenaga
keperawatan yang berasal dari jenjang pendidikan tinggi keperawatan (ahli
madya, Ners, Ners spesialis, Mers konsultan).
Perawat Vokasional
Menurut PPNI
Perawat vokasional adalah seseorang
yang telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang diakui
pemerintah dan diberi tugas secara penuh oleh pejabat berwenang.
Perawat
yaitu seseorang yang berperan dalam merawat atau memelihara, membantu dan
melindungi seseorang karena sakit, injury dan proses penuaan (Harlley Cit ANA, 2000).
Perawat
professional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwenang memberikan
pelayanan keperawatan secara mandiri atau berkolaborasi dengan tenaga kesehatan
lain sesuai dengan kewenangannya. (Depkes
RI,2002).
Perawat
adalah seseorang yang telah lulus baik didalam maupun di luar negeri sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 1239/MenKes/SK/XI/2001).
2.2 Peran Perawat
Peran perawat
adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap
seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh
keadaan social baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran
perawat adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi
social tertentu (Kozier Barbara, 1995).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk
menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan
pendidikan formalnya yang di akui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk
menjalankan tugas dan tanggung jawab keperawatan secara professional sesuai
dengan kode etik profesioal.
Peran
perawat menurut Doheny (1982) meliputi:
1. Care
Giver, sebagai pemberi asuhan keperawatan
2. Client
Advocate, sebagai pembela untuk melindungi klien
3. Counsellor,
sebagai pemberi bimbingan/konseling klien
4. Educator,
sebagai pendidik kien
5. Collaborator,
sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan
tenaga kesehatan lain
6. Coordinator,
sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber dan potensi klien
7. Change Agent, sebagai pembaharuan yang selalu dituntut untuk mengadakan perubahan-perubahan
7. Change Agent, sebagai pembaharuan yang selalu dituntut untuk mengadakan perubahan-perubahan
8. Consultant,
sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien
Dalam
melaksanakan praktik keperawatan, perawat melakukan peran dan fungsi sebagai
berikut:
1. Care
Giver
Pada
peran ini perawat diharapkan mampu
a. Memberikan
pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat
sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat
sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
b. Memperhatikan
individu dalam konteks sesuai dengan kehidupan klien, perawat harus
memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan signifikan dari klien.
c. Memberikan
pelayanan/asuhan keperawatan, perawat harus mempperhatikan individu sebagai
makhluk yang holistic dan unik.
Perawat
menggunakan proses keperawatan untuk mengidentivikasi diagnosiskeperawatan
mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
Perawat
menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan
mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
2. Clien
advocate(pembela klien )
Perawat juga berperan sebagai advokat
atau pelindung klien, yaitu membantu untuk mempertahankan lingkungan yang aman
bagi klien dan mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi
klien dari efek yang tidak diinginkan yang berasal dari pengobatan atau
tindakan diagnostic tertentu. Peran inilah yang belum tampak dikebanyakan
institusi kesehatan di Indonesia,perawat masih sebatas menerima delegasi dari
profesi keperawatan yang lain tanpa mempertimbangkan akibat dari tindakan yang
akan dilakukannya apakah aman atau tidak lagi kesehatan klien.
Manajer kasus juga merupakan salah satu
saran yang dapat dilakoni oleh perawat,disini perawat bertugas untuk mengatur
jadwal tindakan yang akan dilakukan terhadap klien oleh berbagai profesi
kesehatan yang ada disuatu rumah sakit yang meminialisasi tindakan penyembuhan
yang saling tumpang tindih dan memaksimalkan fungsi terpeutik dari semua
tindakan yang akan dilaksanakan terhadap klien.
Tugas
perawat:
a. Bertanggung
jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterprestasikan informasi lain
yang diperlukan untuk mengambil persetujuan ( inform concern ) atas tidakan
keperawatan yang diberikan kepadanya.
b. Mempertahanan
dan melindungi hak-hak klien,harus dilakukan karena klien yang sakit dirawat
dirumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah
anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien,sehingga diharapkan
perawat harus membela hak-hak klien.
c. Seorang
pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya
peningkatan apa yang terbaik untuk klien,memastikan kebutuhanklien terpenuhi
dan melindungi hak-hak klien.
Hak-hak klien:
-
Hak atas pelayanan yang
sebaik-baiknya
-
Hak atas informasi atas
penyakitnya
-
Hak atas prifasi
-
Hak untuk menentukan
nasibnya sendiri
-
Hak untuk menerima
ganti rugi akibat kelalaian tidakan.
Hak-hak tenaga kesehatan antara lain:
-
Hak atas informasi yang
benar
-
Hak untuk bekerja
sesuai standart
-
Hak untuk mengakhiri
hubungan dengan klien
-
Hak untuk menolak
tindakan yang kurang cocok
-
Hak atas rahasia
pribadi
-
Hak atas balas jasa
3. Conselor
Koseling adalah proses membantu klien
untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah social untuk
membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan
seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.
Peran
perawat:
a. Mengidentifikasi
perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehatsakitnya.
b. Perubahan
pola interaksi merupakan”dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan
kemampuan adaptasinya.
c. Memberikan
konseling atau mimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam
mengintegrasikan pengalaman kesehatan
d. Pemecahan
masalah difokuskan pada masalah keperawatan
4. Educator
Sebagai pendidik klien,perawat membantu
klien meningkatkan kesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan
keperawatan dan tindakan medic yang diterima sehingga klien/keluarga dapat
menerima tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahui.
5. Collaborator
Peran perawat disini dilakukan karena
perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter,fisioterapi,ahli
gizi dan lain-lain dengan berupaya megidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk
pelayanan selanjutnya.
6. Coordinator
Perawat memanfaatkan semua sumber dan
potensi yang ada,baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi
sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih.
Dalam
menjalankan peran sebagai koordinator perawat dapat melakukan hal-hal berikut:
a. Mengkoordinasi
seluruh pelayanan kesehatan
b. Mengatur
tenaga keperawatan yang akan bertugas
c. Mengembangkan
system pelayanan keperawatan
d. Memberikan
informasi tentang hal-hal terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana
keperawatan
7. Change
agent
Sebagai pembaruan,perawat mengadakan
inovasi dalam cara berfikir,bersikap,bertingkah laku,dan meningkatkan
keterampilanklien/keluarga agar menjadi sehat. Elemen ini mencangkup
perencanaan,kerjasama,perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien
dan cara memberikan perawatan kepada klien.
8. Consultant
Elemen ini secara tidak langsung
berkaitan dengan permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan keperawatan
yang diberikan. Informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien.
Peran
perawat ( lokakarya nasional.1983 )
1. Pelaksana
pelayanan kesehatan
Peran
ini dikenal dengan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara
langsung atau tidak langsung kepada klien sebagai individu,keluarga dan
masyarakat dengan metode pendekatan pemecahan maslah yang disebut prses
keperawatan.
2. Pengelola
pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan
Dalam
hal ini perawat mempunyai peran dan bertanggung jawab dalam mengelola pelayanan
maupun pendididkan keperawatan sesuai dengan manajemen keperawatan dalam
kerangka paradigm keperawatan. Sebagai pengelola,perawat melakukan pemantauan
dan menjamin kualitas asuhan atau pelayanan keperawatan serta mengorganisasikan
dan mengendalikan system pelayanan keperawtan.
3. Pendidikan
dalam keperawatan
Sebagai
pendidik,perawat berperan dalam mendidik individu,keluarga,kelompok dan masyarakat serta tenaga kesehatan yang
berada dibawah tanggung jawabnya. Peran ini berupa penyuluhan kepada
pasien,maupun bentuk desiminasi ilmu kepada pesert didik keperawatan.
4. Peneliti
dan pengembang keperawatan
Sebagai
peneliti dan pengembangan di bidang keerawatan,perawat diharapkan mampu
mengidentifikasi masalah penelitian,menerapkan prinsip dan metode penelitian,
serta memanfaatkan hasil penelitian untuk meningkatkan mutu asuhan atau
pelayanan dan pendidikan keperawatan. Penelitian ini di bidang keperawatan
berperan dalam mengurangi kesenjangan penguasaan teknologi dibidang
kesehatan,karena temuan penelitian lebih memungkinkan terjadinya transformasi
ilmu pengetahuan dan teknologi,selain itu penting dalam memperkokoh upaya
menetapkan dan memajukan profesi keperawatan. Peran perawat menurut para
sosiolog.
a. Peran
terapeutik : kegiatan yang ditunjukan langsung pada pencegahan dan pengobatan
penyakit
b. Expensive/mother
substitute role: kegiatan yang bersifat langsung dalam menciptakan lingkungan
dimana pasien merasa aman,diterima,dilindungi,dirawat dan didukung oleh
perawat.
Peran perawat (
schulman )
Schulman
berpendapat,hubungan perawat dan pasien sama dengan ibu dan anak,antaralain :
1. Hubungan
interpersonal disertai dengan kelembutan hati dan rasa kasih saying
2. Melindungi
dari ancaman bahaya
3. Memberikan
rasa aman dan nyaman
4. Memberikan
dorongan utnuk mandiri
Peran perawat (CHS
1989)
Peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh
seseorang terhadap orang lain (dalam hal ini adalah perawat) untuk perproses
dalam sistem sebagai berikut :
1. Pemberi
asuhan keperawatan
2. Pembela
pasien
3. Pendidik
tenaga perawat
4. Koordinator
dalam pelayanan pasien
5. Kolaborator
dalam membina kerja sama dengan profesi lain dan sejawat
6. Konsultan/penasihat
pada tenaga kerja dan klien
7. Pembaharu
sistem, metodologi, dan sikap
2.1 Fungsi
Perawat
Fungsi adalah suatu pekerjaan yang harus
dilaksanakan sesuai dengan perannya,fungsi dapat berubah dari suatu keadaan ke
keadaan lain. Ruang lingkup dan fungsi keperawatan semakin berkembang dengan
focus manusia sebagai sentral pelayanan keperawatan. Bentuk asuhan yang
menyeluruh dan utuh,dilandasi keyakinan tentang manusia sebagai makhluk
bio-psiko-sosio-spiritual yang unik dan utuh.
Ilmu keperawatan memfokuskan pada
fenomena khusus dengan member landasan teoritik dari fenomena keperawatan yang
teridentifikasi. Dengan demikian,perawat bertanggung jawab dan bertanggung
gugat terhadap hal-hal yang dilakukannya dalam praktik keperawatan.
Pengertian fungsi keperawatan
independen,dependen dan interdependen kerap dipergunakan untuk menggambarkan
suatu tidakan keperawatan atau strategi keperawatan yang diperankan oleh
perawat:
1.
Fungsi independent
Adalah fungsi mandiri dan tidak
tergantung pada orang lain, dimana perawat didalam melaksanakan tugasnya
dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan
dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan kebutuhan
fisiologis ( pemenuhan kebutuhan oksigenasi,pemenuhan kebutuhan cairan dan
eletrolit,pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuthn kebutuhan dan lain-lain ).
Dalam hal ini
perawat menentukan bahwa klien membutuhkan intervensi keperawatan yang
pasti,salah satunya adalah membantu memecahkan maslah yang dihadapi atau
mendelegasikan pada anggota keperawatan yang lain dan bertanggung jawab atas
keputusan dan tindakan ( akuntabilitas ).
2.
Fungsi dependen
Adalah fungsi perawat dalam melaksanakan
kegiatan atas pesan atau instruksi dari perawat lain atau dokter. Sehingga
sebagian tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya dilakukan
oleh perawat spesialis kepada perawat umum atau dari perawat primer ke perawat
pelaksana atau dari dokter keperawat pelaksana. Contoh dari tindakan fungsi
ketergantungan adalah memberikan injeksi antibiotic.
3.
Fungsi interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim
yang bersifat saling ketergantungan diantara tim satu dengan tim lain. Fungsi
dapat terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerja sama tim dalam
memberikan pelayanan seperti dalam memberikan asuhan keperawatan kepada
penderita yang mempunyai penyakit kompleks, keadaan ini tidak dapat diatasi
dengan tim perawat saja selainkan juga dari dokter ataupun lainnya.
Fungsi
adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya.
Tujuh fungsi perawat
(phaneuf 1972)
1. Melaksanakan
instruksi dokter (fungsi dependen)
2. Observasi
gejala dan respon pasien yang berhubungan dengan penyakit dan penyebabnya
3. Memantau
pasien, menyusun, dan memperbaiki rencana keperawatansecara terus-menerus
berdasarkan pada kondisi dan kemampuan pasien
4. Supervisi
semua pihak yang ikut terlibat dalam perawatan pasien
5. Mencatat
dan melaporkan keadaan pasien
6. Melaksanakan
prosedur dan teknik keperawatan
7. Memberikan
pengarahan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental
Fungsi perawat (PK. St.
Carolus 1983)
Fungsi pokok
Membantu
individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat dalam melaksanakan
kegiatan yang menunjang kesehatan, penyembuhan atau menghadapi kematian
yang pada hakekatnya dapat mereka
laksanakan tanpa bantuan apabila mereka memiliki kekuatan, kemauan, dan
pengetahuan. Bantuan yang diberikan bertujuan menolong dirinya sendiri secepat
mungkin.
Fungsi tambahan
Membantu
individu, keluarga, dan masyarakat dalam melaksanakan rencana pengobatan yang
ditentukan oleh dokter.
Fungsi kolaboratif
Sebagai
anggota tim kesehatan, perawat bekerja dalam merencanakan dan melaksanakan
program kesehatan yang mencakup pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,
penyembuhan dan rehabilitasi.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keperawatan
profesional mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut yaitu : Melaksanakan
pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanana kesehatan
sesuai dengan kebijakan umum pemerintah khususnya pelayanan atau asuhan
keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas.
Dengan
demikian peran dan fungsi perawat itu sangat penting untuk pelayanan kesehatan,
demi meningkatkan dan melaksanakan kualitas kesehatan yang lebih baik.
3.2 Saran
Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan
kepada semua pembaca agar dapat mengetahui dan memahami peran dan fungsi
perawat.
DAFTAR
PUSTAKA
Iskandar.
2013. Keperawatan Profesional. In
Media. Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar